Lombok Barat – Masyarakat di sekitar pesisir Pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang terapung di tengah laut pada Minggu (8/3/2026) pagi.
Jasad tersebut pertama kali terlihat mengapung di perairan sekitar Pantai Kerandangan 1 sebelum akhirnya terbawa arus hingga mendekati area mercusuar Senggigi.
Laporan warga mengenai temuan mencurigakan itu masuk ke pihak kepolisian sekitar pukul 10.00 WITA.
Seorang saksi mata melihat benda yang menyerupai tubuh manusia mengapung di tengah laut. Arus laut yang cukup kuat kemudian membawa jasad tersebut bergerak dari arah Kerandangan menuju perairan Senggigi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polsek Batulayar segera melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan proses evakuasi.
Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap melalui Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi jasad yang berada di perairan dekat menara mercusuar Senggigi.
“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Lombok Barat dan Tim Basarnas NTB untuk melakukan evakuasi. Posisi mayat saat itu terpantau berada di dekat menara mercusuar setelah sebelumnya terbawa arus dari arah Kerandangan,” ujarnya.
Sekitar pukul 11.30 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, personel Polairud, serta Babinsa Senggigi menuju titik lokasi menggunakan perahu karet. Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan sekitar pukul 12.02 WITA.
Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai di depan Pasar Seni Senggigi sebelum langsung dievakuasi menggunakan ambulans Desa Senggigi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Di RS Bhayangkara, tim medis bersama unit identifikasi melakukan pemeriksaan terhadap jenazah yang sempat berstatus tanpa identitas atau Mr. X. Secara fisik, korban diperkirakan berusia sekitar 50 hingga 60 tahun.
Sejumlah barang yang melekat pada tubuh korban menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi. Di antaranya baju lengan panjang berwarna keunguan, celana pendek biru, gelang tangan silver, jam tangan silver, sebuah kalung, serta gelang benang berwarna.
Informasi mengenai penemuan jenazah tersebut kemudian menyebar hingga ke luar daerah. Tak lama kemudian, pihak kepolisian menerima kabar bahwa ada keluarga dari Sanur, Denpasar Selatan, Bali, yang tengah mencari anggota keluarganya yang dilaporkan hilang saat memancing.
“Kami mendapatkan informasi adanya warga Bali yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian dan aksesori yang identik dengan jenazah yang kami temukan. Pihak keluarga kemudian datang ke Lombok untuk melakukan pengecekan langsung,” tambah AKP Putu Krisna.
Kepastian identitas korban akhirnya terungkap pada sore hari sekitar pukul 16.00 WITA setelah adik kandung korban tiba di RS Bhayangkara Mataram. Ia memastikan bahwa jasad tersebut adalah kakaknya berinisial IWS (53), warga Sanur, Denpasar Selatan, Bali.
Diketahui, IWS sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (6/3/2026) saat memancing menggunakan perahu di perairan Pantai Sanur. Korban diduga mengalami kecelakaan laut hingga akhirnya terbawa arus lintas selat menuju perairan Lombok Barat.
Pihak keluarga mengenali korban dari pakaian serta sejumlah aksesori yang masih dikenakan, seperti kalung dan gelang.
Keluarga korban pun menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Pihak kepolisian kemudian memfasilitasi pembuatan surat pernyataan penolakan autopsi sekaligus berita acara serah terima jenazah kepada keluarga.
Rencananya, jenazah IWS akan dipulangkan ke Bali pada malam hari menggunakan speedboat milik keluarga. Proses pemulangan tersebut telah mendapat izin dari pihak Syahbandar serta Danlanal agar jenazah dapat segera dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halamannya.
