Koranonline.net — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melepas 17 qori dan qoriah yang akan mewakili Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.
Pelepasan 17 peserta tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Tengah, lantai 5, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., bersama jajaran kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Nursiah mengatakan, pelepasan tersebut merupakan bentuk dukungan moral pemerintah daerah kepada putra-putri terbaik Lombok Tengah yang akan membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Ia berpesan agar para peserta tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa juara, tetapi juga menjadikan kompetisi sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman dan pembelajaran.
“Harapan kita selain meraih prestasi dengan juara, sangat penting juga apa yang ditemukan dalam audisi itu. Semoga sehat dan sukses,” kata Nursiah.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Nindi Solehah, qoriah asal Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.
Nindi memiliki keterbatasan penglihatan. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni dan keagamaan.
Nindi tercatat sebagai siswi SLBN 2 Lombok Tengah. Ia juga memiliki sejumlah prestasi lain, di antaranya pernah meraih juara vokal di tingkat nasional dan juara II Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Tidak hanya bernyanyi, Nindi juga mampu memainkan alat musik keyboard.
Kemampuannya dalam membaca dan melantunkan Al Quran telah diasah sejak usia lima tahun. Ia belajar tilawah di bawah bimbingan kakaknya, Ustadz Ilham.
“Saya belajar semenjak 5 tahun, diajarkan Ustaz Ilham, yakni kakak saya,” ujar Nindi.
Kini, Nindi berharap dapat memberikan hasil terbaik pada kompetisi tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Lombok Tengah.
Perjalanan Nindi dalam mendalami tilawah tidak terlepas dari peran sang kakak, Ustadz Ilham.
Menariknya, Ilham juga merupakan penyandang tunanetra. Ia berhasil meraih juara I pada MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB dan juga akan mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Ilham mengaku terdapat sejumlah tantangan ketika membimbing Nindi dalam belajar tilawah. Salah satunya adalah membantu sang adik menyesuaikan nada dan beradaptasi dengan materi yang dipelajari.
Untuk itu, ia menggunakan dua metode dalam mengajarkan Al Quran kepada Nindi, yakni melalui pendengaran dan menggunakan Al Quran Braille.
Menurut Ilham, keterbatasan fisik bukan alasan bagi seseorang untuk berhenti berprestasi.
Ia berharap kisah dirinya dan Nindi dapat menjadi motivasi bagi orang lain agar tidak menjadikan kekurangan sebagai penghalang untuk berkembang.
“Kekurangan tidak membuat kita menjadi terbelakang, bahkan kekurangan itu bisa membuat kita jadi yang terdepan,” pungkas Ilham.
