Koranonline.net- Himpunan Mahasiswa Lombok Tengah (HIMASTA) menggelar kegiatan Dialektika Suara Lokal dengan tema “Politik Lokal : Peluang Pemuda Dalam Pilkades Lombon Tengah” , hal ini dilakukan untuk menyoroti besarnya peluang generasi muda dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Lombok Tengah.

Dominasi pemilih muda yang terus meningkat dinilai menjadi modal penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin desa yang progresif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan desa di masa depan.

Dalam diskusi yang berlangsung pada Minggu 11/10/2026 di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah tersebut, sejumlah tokoh mahasiswa, pemuda, dan unsur pemerintahan desa menyampaikan pandangan mengenai peluang serta tantangan yang dihadapi generasi muda dalam arena politik desa.

Kepala Bidang Eksternal HIMASTA, Lalu Brilian Sekte Hezi, menegaskan bahwa Pilkades merupakan momentum politik yang sangat penting bagi masyarakat desa. Demikian juga , ia mengingatkan bahwa kontestasi politik di tingkat desa juga memiliki potensi kerawanan yang perlu diantisipasi bersama.

“Pilkades merupakan momentum ruang politik desa yang begitu riskan akan terjadinya kericuhan. Maka dari itu, mari kita ciptakan Pilkades Lombok Tengah yang aman dan damai, sehingga demokrasi desa dapat berjalan dengan baik dan melahirkan pemimpin yang benar-benar diinginkan masyarakat,” ujarnya,

Sementara itu, Ketua Umum HIMASTA, M. Zaki Yun Nawawi, menilai bahwa peluang generasi muda dalam kontestasi politik desa saat ini sangat besar. Menurutnya, perubahan demografi pemilih memberikan ruang yang luas bagi anak muda untuk tampil sebagai calon pemimpin desa.

“Peluang pemuda dalam kontestasi politik desa hari ini sungguh besar. Dengan pemilih muda yang mendominasi sekitar 56 persen, anak muda yang berkontestasi memiliki peluang yang sama untuk menang. Yang dibutuhkan bukan hanya keberanian, tetapi juga modal sosial yang kuat serta kesiapan sumber daya untuk menghadapi dinamika pemilih saat ini,” jelasnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh narasumber diskusi, Beni Parmadi salah seorang calon kepala desa muda yang menyoroti dua tantangan utama yang harus dihadapi calon kepala desa dari kalangan muda.

“Tantangan yang dihadapi calon kades muda hari ini adalah modal sosial dan personal branding. Pilkades merupakan kontestasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga membutuhkan modal sosial yang besar dan harus didukung oleh branding personal yang kuat agar masyarakat mengenal kapasitas serta gagasan calon,” ungkapnya.

Suasana Dialektika Suara Lokal yang di selenggarakan HIMASTA di Tanak Awu, Minggu 11/10/2026.

Dari perspektif pemerintahan desa, perwakilan BPD Desa Perina Rizal Hadiwijaya mengakui bahwa stigma sosial masih menjadi hambatan yang sering dihadapi oleh generasi muda yang ingin maju sebagai calon kepala desa.

“Memang betul Pilkades ini tantangnya banyak sekali, mulai dari stigma masyarakat yang mengatakan, *’kamu penek uwik, ndekm cocok nyalon jarin kades’*. Stigma seperti ini menjadi tantangan besar bagi calon kepala desa muda hari ini karena masih ada keraguan terhadap kemampuan anak muda dalam memimpin desa,” tuturnya.

Di sisi lain, Presiden APOLO Aditia Maulana, berharap agar Pilkades menjadi momentum untuk menghadirkan pemerintahan desa yang lebih inklusif terhadap aspirasi kaum muda dan pelajar.

“Kami sebagai siswa terkadang tidak begitu dianggap penting suaranya oleh pemerintah desa. Kami berharap dalam Pilkades ini semua kalangan, baik muda maupun tua, dapat didengar dan aspirasinya mampu diserap untuk menjadi bagian dari pembangunan desa,” katanya.

Melalui berbagai pandangan yang disampaikan, HIMASTA menegaskan bahwa Pilkades tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan desa, tetapi juga momentum penting untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda. Dengan terciptanya Pilkades yang aman, damai, demokratis, dan terbuka terhadap gagasan baru, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam menentukan arah pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *