Koranonline.net – Kepala Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Erwandi angkat suara terkait polemik pengangkatan kembali Direktur Utama Perumda Air Minum Lombok Tengah, Bambang Supratomo.
Erwandi meminta seluruh pihak, termasuk anggota DPRD Lombok Tengah, agar lebih bijak dalam menyikapi dan menyampaikan pandangan terkait persoalan tersebut kepada publik.
Menurut Erwandi, dirinya merasa perlu memberikan tanggapan karena Desa Lantan merupakan salah satu wilayah yang menjadi sumber suplai kebutuhan air bagi masyarakat Lombok Tengah.
“Jadi kami sebagai pelayan masyarakat di Lantan, juga merupakan bagian dari masyarakat utara, yang selama ini hubungan kami baik dengan PDAM. Lantan ini adalah salah satu lokasi tempat sumber suplai untuk kebutuhan masyarakat keluarga besar Lombok Tengah di bagian tengah dan selatan,” kata Erwandi, Senin (14/9/2026).
Erwandi menilai terdapat sejumlah perubahan positif di tubuh Perumda Air Minum Lombok Tengah selama Bambang Supratomo menjabat sebagai direktur utama.
Ia menyebut peningkatan tersebut terlihat, salah satunya, dari keterbukaan informasi kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Jadi kami melihat beberapa tahun perubahan yang luar biasa baik, yang cukup signifikan setelah perusahaan milik daerah Perumda Air Minum ini dipimpin oleh saudara kami, Pak Bambang,” ujarnya.
Menurut dia, informasi mengenai gangguan maupun kerusakan layanan air kini lebih cepat disampaikan kepada masyarakat melalui kanal digital Perumda Air Minum Lombok Tengah.
“Artinya sekarang ini sudah lumayan ada peningkatan, baik itu kualitas penyampaian informasi ke masyarakat. Kami lihat itu sudah cukup luas memanfaatkan digitalisasi. Ada kerusakan-kerusakan, segera di-update di portal akun Perumda Air Minum yang ada di Lombok Tengah,” katanya.
Selain itu, Erwandi menyebut Bambang selama memimpin Perumda Air Minum juga membangun sinergi dengan sejumlah kepala desa di wilayah utara Lombok Tengah.
Ia mengatakan para kepala desa di wilayah tersebut kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan.
“Artinya Pak Bambang sebagai direktur utama dari Perumda ini membangun sinergi itu luar biasa, cukup baik. Kepada kades-kades yang ada di utara ini kami dilibatkan, diundang dan sebagainya,” tutur Erwandi.
Terkait polemik pengangkatan kembali Bambang Supratomo, Erwandi meminta masyarakat maupun pihak yang berkepentingan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Pernyataan itu disampaikan Erwandi menyusul adanya aksi demonstrasi beberapa waktu lalu yang antara lain mendesak agar proses pemilihan dilakukan melalui panitia seleksi (pansel) terbuka serta menolak pengangkatan kembali Bambang.
Menurut Erwandi, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah menjelaskan bahwa terdapat mekanisme yang menjadi dasar dalam proses pengangkatan tersebut.
“Apa yang disampaikan oleh Pak Sekda saya pikir sudah jelas. Bahwa melalui dua mekanisme. Yang pertama itu adalah pengangkatan dilakukan dengan mekanisme pansel,” katanya.
Erwandi mengaku tidak mengetahui secara mendalam mengenai seluruh regulasi terkait mekanisme tersebut. Namun, ia meyakini pemerintah daerah tidak akan menyampaikan kebijakan tanpa dasar.
“Tapi setidaknya apa yang disampaikan Pak Sekda itu sudah mewakili. Sudah ada dasar kekuatan, tidak mungkin pemerintah itu menyampaikan asal-asalan,” ujarnya.
Di sisi lain, Erwandi juga menyampaikan kritik terhadap arah pembangunan di Lombok Tengah.
Ia berharap pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah selatan dan tengah, tetapi juga memberikan perhatian yang lebih besar kepada kawasan utara.
“Pak Bupati dan para pemangku kebijakan di Lombok Tengah, pembangunan itu mohon ada keseimbangan antara utara dan selatan. Jangan pembangunan itu di selatan-selatan terus,” tegasnya.
Erwandi menyebut sejumlah pembangunan strategis selama ini banyak berada di wilayah selatan dan tengah, seperti Bandara Internasional Lombok, Sirkuit Mandalika, kawasan wisata, hingga sejumlah pusat pendidikan.
“Di zona tengah itu pusat kampus di sana, ada Poltekpar, kemudian ada IPDN. Saya pikir ini luar biasa, selatan sama tengah. Kami sering diskusi, “Utara kami ini dapat apa?,” katanya.
Erwandi juga menyoroti pernyataan Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah terkait polemik pengangkatan kembali Direktur Utama Perumda Air Minum.
Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari dinamika politik dan pemerintahan. Namun, setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik harus tetap dilakukan secara bijak.
“Yang pertama saya menganggap ini sebagai bagian dari dinamika, dinamika politik, kepentingan, dan juga termasuk mungkin hajatan untuk perbaikan ke depan. Tapi Pak Dewan juga harus bijak menyampaikan opini ke publik, mengkritisi terkait dengan kebijakan,” ujarnya.
Erwandi bahkan meminta anggota DPRD tersebut lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya sebelum menyampaikan pandangan ke publik.
Ia mengatakan masyarakat Desa Lantan yang jumlahnya sekitar 6.431 jiwa juga perlu dilibatkan dalam pembahasan persoalan yang menyangkut kepentingan wilayah mereka.
“Maaf, mewakili masyarakat Desa Lantan sekitar 6.431 jiwa itu, paling tidak kami diajak diskusi juga. Karena Pak Dewan ini wakil kami,” kata Erwandi.
Menurut dia, anggota DPRD yang merupakan representasi masyarakat Batukliang dan Batukliang Utara semestinya tidak hanya menyampaikan pandangan berdasarkan penilaian pribadi.
“Ndak bisa Pak Dewan itu angan-angan sendiri menyampaikan terhadap publik ketika beliau representasi dari masyarakat Batukliang-Batukliang Utara ini,” tegasnya.
Erwandi menegaskan, Bambang Supratomo merupakan bagian dari masyarakat Lombok Tengah bagian utara.
Karena itu, ia menyatakan akan tetap memberikan dukungan terhadap Bambang sebagai bentuk kebanggaan terhadap sumber daya manusia dari wilayah utara.
“Sekali lagi Pak Dewan juga harus bijak, tidak lantas mendiskreditkan atau menyalahkan. Ya kita ayo duduk sama-sama karena Pak Bambang ini adalah saudara kami di utara,” ujarnya.
Erwandi berharap polemik yang berkembang saat ini tidak menjadi persoalan yang memecah masyarakat, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelayanan Perumda Air Minum Lombok Tengah.
“Dan kami harus pertahankan beliau sebagai masyarakat dan pemuda utara. Kalau pun sekarang ini ribut-ribut soal keluarga besar kami yang di selatan dan tengah, hal yang wajar menurut saya, tapi mudah-mudahan itu tujuannya adalah untuk perbaikan,” pungkasnya.
