Koranonline.net – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turun langsung ke Desa Lantan untuk menyalurkan bantuan pembangunan Rumah Layak Huni (Mahani) bagi pasangan Sahrun dan Hamidah, warga kurang mampu yang rumahnya habis dilalap si jago merah.
Langkah cepat ini diambil merespons instruksi langsung dari Gubernur NTB yang menerima laporan terkait musibah kebakaran tersebut dari Kepala Dusun (Kadus) setempat.
Ketua Baznas NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A.di dampingi Kepala Desa dan Kadus setempat menyerahkan secara langsung bantuan dana stimulan sebesar Rp25 juta yang dialokasikan khusus untuk merenovasi dan merekonstruksi kembali tempat tinggal korban agar layak serta aman dihuni.
“Ini sesuatu yang sangat urgen. Warga yang kurang mampu, penghasilannya terbatas, lalu tertimpa musibah kebakaran. Dengan bantuan rumah ini, kita berharap korban bisa kembali fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa perlu dipusingkan lagi memikirkan tempat tinggal,” ujar Ketua Baznas NTB saat di wawancara Koranonline.net di rumah korban, Senin 14/09/2026.
Mengingat dana stimulan tersebut relatif terbatas untuk pembangunan rumah permanen secara utuh, Baznas NTB optimistis proses pembangunan akan berjalan lancar berkat dukungan dan semangat gotong royong dari pihak keluarga serta warga sekitar.
Selain korban kebakaran, Baznas NTB juga mengungkapkan akan membagikan sekitar 25 hingga 30 paket sembako kepada warga kurang mampu yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.
Pembagian ini menjadi bentuk apresiasi dan empati atas kepedulian warga yang ikut berpartisipasi membantu korban. Baznas NTB menegaskan seluruh bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas NTB.
“Dana ini berasal dari para muzaki. Kami pastikan tersalurkan ke sasaran yang tepat. Semoga menjadi keberkahan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima,” pungkasnya.
Kehadiran Baznas NTB mendapat apresiasi mendalam dari Pemerintah Desa (Pemdes) Lantan. Erwandi selalu Kepala Desa Lantan menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya atas respons kilat Gubernur NTB dan Baznas NTB yang langsung meluncur ke lapangan.
“Kami atas nama pemerintah desa mewakili Pak Kadus dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya. Responsnya luar biasa cepat, alhamdulillah Baznas NTB langsung hadir di tengah warga kami,” ungkap Kepala Desa Lantan.
Erwandi menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen dari Polsek setempat, musibah kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh arus pendek (korsleting) listrik. Saat kejadian berlangsung, korban sedang berada di sawah untuk mencabut rumput dan baru mengetahui musibah tersebut setelah mendengar pengumuman dari pengeras suara masjid setempat.
Selain bantuan pembangunan rumah dan sembako dari Baznas NTB, penanganan musibah ini juga mendapat dukungan dari instansi lain. Salah satunya dari PDAM Lombok Tengah melalui Dirut Bambang Supratomo yang turut hadir menyerahkan santunan sembako untuk membantu kebutuhan mendesak korban.
“Musibah ini juga mendapat dukungan dari instansi lain, salah satunya dari PDAM Lombok Tengah yang turut hadir menyerahkan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan urgent,” jelasnya.
Pemdes Lantan berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, serta BUMD ini dapat mempercepat pemulihan hunian korban dan mengembalikan kehidupannya seperti sedia kala.
